Selasa, 25 Oktober 2016

Media Belajar Dengan Tempat Sepatu

Halo bunda-bunda cantik apa kabarnya? Semoga selalu sehat dan bahagia ya. Anak-anak itu memang makhluk yang cepat bosan ya. Mereka selalu menginginkan mainan yang baru jika bisa setiap hari. Makanya saya selalu berusaha membuat sesuatu yang baru meski dari bahan-bahan yang sederhana, mudah di dapat dan harganya super murah, jika bisa malah yang gratisan ya. Dasar emak-emak. Saya melihat beberapa keluarga yang menghomeschoolingkan anaknya mempunyai peralatan yang bagus-bagus dan harganya cukup mahal untuk dibeli. Kepengen pasti dong. Tapi prinsip saya belajar ga harus mahal.  Jadi akhirnya saya mencoba membuat alat-alat belajar dengan bahan-bahan yang gampang didapatkan. Kadang saya meniru, tapi banyak juga yang saya kreasikan sendiri. Seperti alat untuk belajar yang akan saya share disini.
Bunda punya tempat sepatu yang di gantung ga ya di rumah, karena kali ini saya akan berbagi tips belajar dengan media tempat sepatu. Kalau tidak bunda boleh beli murah harganya bun, sekitar 50 ribuan sekarang. Dulu saat saya beli sih masih kisaran 25 ribu. Bagaimana caranya? Yuk kita intip.
Alat dan bahan :
1.      Tempat sepatu
2.      Kertas bufalo
3.      Gunting, plester dan spidol.
4.    Berbagai gambar (bisa gambar binatang, buah, kendaraan, olahraga, angka dan lain-lain)
Cara membuat :
versi 1 :
1.      Gunting kertas bufalo dengan ukuran 10x5 cm. Atau sesuaikan dengan tulisan.
2.      Tulis pada setiap kertas kategori yang akan dipelajari. Bisa dengan bahasa indonesia atau bahasa inggris sesuai kemampuan anak.
3.     Lalu tempel di setiap kantung sepatu dan beri plester agar tidak cepat rusak dan lepas.
hasilnya seperti ini.
Cara bermain :
1.      Minta anak untuk memasukkan gambar-gambar ke dalam kantung sesuai dengan ketegorinya.

     Kebetulan mirza memang sudah bisa membaca saat usianya menginjak 3 tahun, jadi saya membuat ini untuk melatihnya mengkategorikan benda-benda yang dia lihat. Manfaatnya supaya Mirza tahu dimana kategori benda-benda itu berada. Seperti jeruk yang masuk kategori buah-buahan dan binatang yang masuk kategori hewan. Untuk anak-anak yang belum bisa membaca, gunakan gambar bukan tulisan. Misalnya tempelkan gambar hewan atau buah di kantung sepatu. Berikan instruksi pada anak agar memasukkan gambar binatang atau buah pada kantung yang ditempeli gambar binatang atau buah tadi.
versi 2 :
1. siapkan flashcard angka.


      2. Tempelkan pada tiap kantung sepatu.

Cara bermain :
1. Siapkan sedotan atau flashcard penambahan, pengurangan atau perkalian.    sesuaikan dengan  kemampuan matematika anak.
2. Minta anak memasukkan sedotan sesuai jumlahnya dengan angka yang tertera     pada tiap kantung sepatu,untuk penambahan sesuaikan hasilnya dengan angkanya.
memasukkan sedotan 
penjumlahan dan pengurangan
Gampang kan. Bunda bisa mencoba ide-ide lain dengan tempat sepatu ini sesuai dengan kreativitas bunda. Dan mungkin bisa di share supaya bunda-bunda yang lain bisa mencobanya di rumah. Yuk ajari sendiri anak kita untuk membaca dan matematika sederhana. Tidak perlu les. Jadi uangnya bisa ditabung untuk nanti sekolahnya. Mungkin bunda punya kreasi lain.Yuk kita coba. Have fun.

Rabu, 13 Juli 2016

Aku, Anakku dan Kamera Ponsel




difoto dengan kamera foto. hasilnya bagus, meski senyumnya hanya beberapa detik tapi bisa di foto dengan cepat.
      Saya sangat senang melihat foto ini. Melihat senyumannya dan matanya yang berbinar membuat saya merasa bahagia sekaligus tenang. Ini foto candid yang diambil saat anak saya sedang bermain, itu pun diambil dengan kamera bukan dengan kamera ponsel, hingga hasilnya jadi bagus dan tidak ngeblur.  Foto ini di ambil oleh saudara sepupu suami. Jika tidak ada beliau mungkin foto ini tidak pernah ada. Karena kamera ponsel saya sangat tidak bagus untuk mengambil gambar, apalagi anak saya yang hanya bisa diam sedetik saja, sedang kamera saya butuh waktu beberapa menit untuk bisa ambil gambar. Kadang-kadang momen senyumnya sudah lewat kamera hp saya baru jepret, dan hasilnya foto yang tidak jelas. Saya berpikir ada ga ya kamera handphone yang bisa menghasilkan foto sebagus ini. Sehingga saya tidak perlu repot-repot bawa kamera tangan yang ukurannya lumayan besar, cara penggunaannya pun harus mahir. Setelah selesai mesti kita kalungin di leher atau bawa tas kecil. Sangat repot ya apalagi untuk ibu-ibu seperti saya yang bawa anak kecil. Jika memakai kamera handphone kan sangat praktis tinggal di taruh di kantung atau di dalam tas. Saat butuh bisa langsung pakai.
Dahulu kala zaman saya kecil saya hanya mengenal tukang foto keliling. Saya ingat sekali saat di foto harus senyum lama sekali karena menunggu kameranya memotret. Hasilnya pun tidak isa langsung jadi, harus menunggu sekitar satu minggu. Kita juga bisa mengundang tukang foto atau datang ke studio foto. Nah tentunya hal ini sangat merepotkan ya. Kemudian teknologi berkembang dan orang-orang mulai memiliki kamera sendiri. Hingga saat ini seiring berkembangnya teknologi, kamera foto mulai ditinggalkan, karena adanya handphone yang juga berfungsi sebagai kamera. Selain sangat multifungsi, handphone juga dilengkapi dengan kamera. Selain bentuknya yang kecil, mudah dibawa kemana-mana, bisa diandalkan untuk memotret di saat-saat penting tanpa harus menyalakannya terlebih dahulu. Hanya satu kali jepretan langsung bisa dilihat hasilnya, jika masih kurang puas kita bisa memotret lagi sebanyak yang kita mau, lalu tinggal dipilih mana gambar yang paling bagus. Praktis sekali bukan..
Tetapi tidak semua handphone mempunyai feature kamera yang bagus. Saya mempunyai pengalaman yang tidak enak saat menggunakan kamera salah satu merek handphone. Saya sangat senang mengabadikan milestone perkembangan anak saya. Hampir-hampir saya ingin mengambil gambar anak saya kalau bisa setiap detik saya potret. Seperti tidak ada kerjaan yah. Saya ingin mengabadikan momen ulang tahun anak pertama saya, meski kami hanya merayakannya di rumah saja, tapi saya ingin suatu saat nanti anak saya tahu bahwa kami selalu merayakan hari kelahirannya yang telah membawa kebahagiaan ke dalam keluarga kecil kami. Saat itu saya menggunakan salah satu merek handphone untuk mengabadikannya. Tapi hasilnya sungguh mengecewakan. gambarnya gelap, dan ga fokus. anaknya pun ga bisa diam, pengennya itu kue di acak-acak langsung. kamera ponsel ini jika dipakai pada siang hari hasilnya lumayan bagus tapi saat dipakai pada malam hari hasilnya sangatlah gelap, meski sudah memakai cahaya dan kondisi ruangan pun terang.  Alhasil fotonya pun banyak yang ngeblur, karena anak saya tidak bisa diam. Ingin rasanya mengulang lagi, tapi sayang kuenya pun sudah hancur. Hiks. Akhiranya ya sudahlah. 



Saat anak ke-2 saya  usianya memasuki 7 bulan, dia mulai tertawa lepas dan saya ingin mengabadikannya. Saat itu malam hari dan di dalam rumah. Jika saya menggunakan flash maka anak saya akan kaget dan berhenti tertawa, lalu membelalakan matanya jadi saya harus mematikan flashnya. Tapi apa yang terjadi. Ini hasilnya.

Terang sih terang, tapi lihat ekspresi anak saya. Dia sedang tertawa tadinya tapi saat lampu flash menyala, dia kaget dan begini ekspresinya. Ga enak banget ya.
Ini hasil saat saya mematikan flashnya

Tawa lepasnya jadi ga kelihatan. Gelap. Saya ambil saat malam hari di dalam kamar dengan hp.
Karena tertawa terpingkal-pingkal. Badannya bergerak dan gambarnya pun ngeblur dan buram.
Sayang sekali yah, itu tawa nya pertama kali. Tapi sayang kameranya ga bagus.
Sejak saat itu saya mempunyai keinginan untuk mencari hape yang kameranya berfungsi dengan baik, hasilnya terang baik siang atau malam hari, baik di dalam atau di luar ruangan, saya juga ingin kameranya bisa memotret objek yang bergerak tanpa hasil foto yang tidak jelas atau ngeblur.  Kira-kira ada ga ya.
Saya mencoba mencari info berbagai macam merek Hp dengan kamera yang bagus, dan syukur saya menemukan salah satu produk keluaran Asus yang untuk urusan embil gambar sudah tidak diragukan lagi, yaitu Zenfone 2 Laser.
ZenFone 2 Laser dilengkapi dengan kamera PixelMaster 13MP. Biasanya kamera yang kita pakai kisaran 6 atau 8 MP. Itu sudah cukup menghasilakan gambar yang jernih. Bayangkan 13 MP, pastinya bisa menghasilkan gambar yang benar-benar bagus.
Zenfon 2 Laser mempunyai fitur low light Untuk mengambil gambar di tempat yang minim cahaya atau di malam hari  tanpa harus memakai flash  dengan hasil gambar yang bagus. Biasanya jika mengambil gambar di terik matahari kita sering merasa silau, tapi dengan  adanya Mode Backlight (Super HDR) pada Zenfon 2 Laser memastikan Anda untuk dapat melihat dengan jelas di terik matahari.  
Teknologi otofokus laser yang dimiliki ZenFone 2 Laser (ZE550KL) pada bagian kamera belakang dapat menghasilkan gambar yang lebih jernih. Laser di ZenFone 2 Laser mampu mengukur jarak dalam kecepatan cahaya - dan menerjemahkan fokus hanya dalam waktu 0.03 detik, terutama di kondisi minim cahaya. Cocok sekali untuk memotret anak-anak yang sangat aktif bergerak tanpa hasil yang ngeblur ya.  Otofokus laser juga bisa mempercepat proses foto close up. Pergerakan lensa membantu saat memotret obyek yang lebih jauh tapi menghasilkan gambar yang bagus.
Saya jadi ingin mencobanya. Pasti saya bisa memotret momen-momen perkembangan si kecil dengan lebih mudah dan hasil gambar yang sangat bagus. Bagaimana dengan anda , tertarik. Pastinya yah.


'Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com'

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...