Senin, 20 Desember 2021

Inner child

 



    Belakangan ini sedang ramai dibicarakan tentang Inner child. Inner child ini menjadi hal yang dapat mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap dunia dan dirinya saat dewasa. Tapi apa itu inner child, Apa saja bentuk inner child itu dan apa saja dampaknya.

    Dari segi bahasa Inner artinya batin, child artinya anak kecil. Inner child bisa diartikan sebagai sosok anak kecil yang ada didalam jiwa kita. Sosok anak kecil ini tidak pergi, dia menetap didalam diri dan membentuk diri kita saat ini dan mempengaruhi kehidupan kita seperti saat merespon masalah, saat berinteraksi dengan orang lain dan saat membuat keputusan. Dilansir dari Psychology Today, inner child adalah sekumpulan peristiwa masa kecil, yang baik atau buruk, dan membentuk kepribadian seseorang seperti sekarang ini.

  Setiap orang mempunyai pengalaman masa kecil, Pengalaman ini bisa pengalaman yang membahagiakan atau pengalaman yang menyedihkan. Seseorang yang mempunyai pengalaman masa kecil yang membahagiakan seperti dicintai, dihargai, diberi rasa aman, akan tumbuh dengan membawa rasa bahagia itu ketika dewasa. Sebaliknya, seseorang yang mengalami masa sedih saat kecil seperti tidak dicintai, tidak dihargai, disakiti secara fisik maupun psikis akan membawa rasa sedih ini juga hingga dewasa.

    Pengalaman-pengalaman atau kejadian-kejadian masa kecil ini akan tertanam di alam bawah sadar yang suatu saat nanti bisa menjadi dorongan dalam menghadapi masalah kehidupan bersosial seseorang. Bersyukur jika kita mempunya pengalaman masa kecil yang indah karena pengalaman ini berdampak positif. Permasalahannya ada pada seseorang yang mempunyai pengalaman pahit atau menyedihkan yang belum terselesaikan dengan baik. Seperti apa itu?


    Contoh pengalaman atau Inner child yang buruk :

1. Abandonment (penelantaran): ditelantarkan, diabaikan, ditinggalkan.

Penelantaran ini bisa karena perceraian orangtua, apalagi jika cerainya secara tidak baik. Ayah menikah lagi dan punya keluarga lain dan ibu harus bekerja yang menyebabkan si anak terabaikan. Bisa juga karena kedua orang tuanya meninggal lalu diasuh oleh orang yang tidak menyayanginya atau ada anak yang memang diabaikan oleh orang tuanya.

2. Rejection (penolakan): penolakan oleh teman, keluarga, atau lingkungan.

Penolakan ini bisa terjadi karena perbedaan status, misalnya karena miskin, karena tidak cantik, karena tidak pintar.

3. Humiliation (penindasan) : direndahkan, dihina, dilabeli negatif.
  
Banyak orang tua yang sering sekali memarahi anaknya dengan kata-kata yang menjatuhkan mental anak. Sering di labeli buruk. Misalnya : “kamu bodoh”, “kamu ga bisa ngapa-ngapain”, “lihat teman kamu bisa ini itu”. Bayangkan kata-kata ini diucapkan setiap hari dan tersimpan di alam bawah sadar sang anak.

4. Betrayal (penghianatan): dihianati oleh orang yg dipercaya.

Dihianati teman atau dihianati pacar bisa menyebabkan trauma.

5. Injustice (ketidakadilan): diperlakukan tidak adil oleh keluarga atau lingkungan

Ketidakadilan ini bisa berupa diperlakukan tidak baik, selalu disalahkan meski tidak salah. Kekerasan baik fisik dan psikis seperti dipukul, dibuli atau disiksa.



    Seberapa besar pengaruh inner child yang belum terselesaikan dengan baik pada orang dewasa. Pengalaman menyakitkan yang dialami saat kecil tidak serta merta langsung berdampak buruk saat itu juga, tapi biasanya pengalaman itu akan tersimpan di otak bawah sadarnya. Jika pengalaman menyakitkan ini terjadi terus menerus atau setiap hari, maka akan terakumulasi, menumpuk dan saatnya nanti akan keluar dalam bentuk yang berbeda-beda. Misalnya :

1. Memiliki Emosi yang Tidak Stabil.

Emosi itu ada beberapa seperti, cinta, bahagia, kenikmatan, sedih, marah, takut, malu, terkejut, jijik. Emosi-emosi ini semuanya bermanfaat dan sifatnya sementara dan bisa berubah karena satu dan lain hal. Makanya seseorang bisa sedih saat mendengar berita duka cita seperti kematian, bencana, atau kecelakaan. Bisa bahagia saat mendengar berita bahagia. Pada seseorang yang inner child nya belum terselesaikan dengan baik emosi ini bisa berubah dengan sangat cepat (mood swing) misalnya sedang dalam keadaan senang tiba-tiba menjadi sangat marah tanpa terkendali. Marahnya bisa hanya karena hal-hal kecil, misalnya marah mendengar suara bayi yang menangis. Ini bisa karena saat kecil dia disuruh diam saat hendak menangis. Seorang Ayah atau ibu bisa marah hanya karena anaknya menumpahkan air saat minum. Karena saat kecil mereka juga sering disalahkan saat menumpahkan air atau saat melakukan kesalahan kecil lainnya. Bisa juga mereka menjadi orang yang mudah tersinggung, marah dan berteriak, serta mudah memutus relasi sosial atau menarik diri.

2. Terlalu ambisius

Biasanya terjadi pada orang yang saat kecil sering dilabeli bodoh, dilabeli tidak bisa apa-apa, di banding-bandingkan dengan anak lain. Saat dewasa mereka berusaha dengan sedemikian rupa untuk bisa sukses, mereka bekerja lebih dari orang lain, mereka belajar lebih keras dan mencari hal-hal baru untuk dipelajari. Keberhasilan mereka adalah pembuktian bahwa mereka tidak bodoh, mereka bisa melakukan sesuatu, mereka layak untuk dihargai. Biasanya mereka berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan tapi jiwa mereka tidak bahagia, karena mereka melakukan hal ini sebagai sebuah pembuktian saja. Mereka akan haus akan pencapain-pencapain baru, ingin mencoba hal-hal baru yang pada akhirnya tidak mereka lanjutkan karena memang bukan passionnya. Mereka hanya ingin diakui bahwa mereka pintar, meraka layak untuk dihargai. Meskipun mereka berhasil tetapi Jiwa mereka lelah mengejar pengakuan. Bagi orang yang mempunyai luka inner child, kegagalan ialah musuh terbesar mereka. Buat mereka kegagalan adalah kesalahan. dan jika mengalami kegagalan mereka akan frustasi, emosi yang meledak seperti marah, lalu mereka menarik diri dari keluarga atau pergaulan hingga yang sangat fatal adalah melukai dirnya sendiri ataupun bunuh diri.

3. Sering Merasa Bersalah, tidak enakan, tidak bisa menolak.

Merasa bersalah karena hal-hal kecil misalnya merasa bersalah karena memberikan hadiah yang mungkin biasa. Merasa tidak enak saat menolak ajakan teman belanja meski saat itu dia sedang ada urusan penting lainnya. Ini bisa jadi pertanda ada masalah serius dengan inner child. Dia menjadi people pleasure, selalu berusaha untuk menyenangkan orang lain meski dirinya terluka.

4. Melakukan kekerasan

Seseorang yang masa kecilnya pernah diperlakukan kasar baik secara fisik (seperti dipukul, ditendang, dicubit, ditampar, dilecehan) maupun psikis (seperti dibentak dengan kata-kata kasar, dihina, diejek) oleh orang tuanya atau orang yang bertanggungjawab merawatnya akan cenderung untuk melakukan hal yang sama kepada anaknya atau bahkan kepada orang lain. Bahkan kita sering sekali mendengar berita-berita kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang seperti berita seorang ayah atau ibu yang memukul, mencubit, mengatakan kata-kata kasar kepada anaknya hingga melakukan pembunuhan kepada anaknya. Ini bisa dikarenakan inner child mereka yang belum terselesaikan dengan baik. Meski mungkin ada faktor-faktor lain yang juga ikut mempengaruhi misalnya lingkungan yang buruk, pendidikan yang rendah.

5. Menarik diri

Ada orang yang pendiam, tidak suka berteman atau berinteaksi dengan orang lain. Mereka lebih memilih untuk sendiri. Sebenarnya mereka sedang mencoba menghindar dari hal-hal dan orang-orang yang bisa membuat mereka terluka. mereka yang pernah terluka hatinya, akan berusaha untuk tidak terluka lagi dengan cara menghindar dari hal-hal atau orang-orang yang menurut mereka akan melukai mereka. Dalam kesendirian mereka berteriak, menangis, berharap ada yang datang, menghiburnya, mendengarnya dan menyembuhkannya.

6. Psikosomatis

Secara etimologi, psikosomatis terdiri dari dua kata, yaitu pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Jadi, secara harfiah psikosomatis adalah penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh. Memang dalam banyak kasus penyakit, kondisi mental yang kurang baik juga memengaruhi tubuh seseorang hingga memicu penyakit atau memperparah penyakit yang sudah ada (halodoc). Penyakit ini seperti sakit mag, sakit kepala seperti migrain, vertigo, GERD, sesak napas.

7. Stress, Depresi, hingga ingin melakukan bunuh diri.

Seseorang yang pernah mengalami pengalaman yang buruk seperti kekerasan, pemerkosaan, perundungan, pelecehan seksual saat kecil atau remaja tanpa adanya bantuan psikologis rentan akan stress, depresi bahkan bunuh diri. Depresi bisa berbeda-beda tiap orang. Kadang tidak tampak dari luar. Bisa saja dia terlihat sedih atau bisa terlihat bahagia sekali, bisa menarik diri atau bisa berinteraksi sosial, bisa saja tampak tidak berdaya atau bisa juga terlihat sangat kuat, pantang menyerah, pekerja keras. Jika tidak ditangani dengan baik semakin lama akan semakin buruk. Mereka merasa bahwa hidup itu tidak ada artinya lagi buat dia. Kematian mungkin akan memberikan kehidupan baru yang jauh lebih baik. Dengan kematian penderitaanya akan berakhir.


    Setiap orang ingin hidup bahagia. Setiap orang punya cara sendiri untuk mendapatkan kebahagiannya. Inner child dapat menghambat seseorang untuk mendapatkan kebahagiaan. Maka kita perlu memeriksa kesehatan mental kita. Sebagaimana WHO mendefinisikan sehat sebagai “keadaan yang sempurna baik fisik, mental maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau kelemahan/cacat”. Jika mental kita sehat maka akan mudah untuk merasakan kebahagiaan.



Jumat, 17 Desember 2021

Ibu Penggerak

 


       Kemendikbudristek terus berusaha mencari solusi dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan program Ibu Penggerak. Kemendikbudristek mengandeng Sidina Merdeka Belajar sebagai partner dalam membentuk ibu penggerak. Ada alasan kenapa dipilih dari kaum ibu-ibu  sebagai ibu penggerak yitu ibu sebagai madrasah utama dan selamaya untuk anak. Mereka diberi pembekalan sebagai ibu penggerak oleh ahli dari kemendikbudristek dan Ibu-Ibu dari Sidina Merdeka Belajar di hotel Santika pada tanggal 5-6 November 2021. Program ibu penggerak mempunyai tujuan utama untuk menjadi partner strategis kemendikbudristek dalam peningkatan kualitas pendidikan. Banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari menjadi ibu penggerak baik bagi ibu itu sendiri maupun keluarga dan masyarakat.




Materi Ibu Penggerak disampaikan oleh ibu Ainun Chomsun yang merupakan Tenaga Ahli Staff Khusus Menteri  dari Kemendikbudristek. Penggerak berasal dari kata “gerak” yang menurut KBBI adalah dorongan. Penggerak artinya yang menggerakkan atau mendorong. Ibu penggerak adalah sekumpulan ibu-ibu yang dipersiapkan untuk  mendorong ibu-ibu lain untuk menjadi ibu pembelajar yang nantinya mampu mengajarkan anak-anaknya menjadi pribadi yang kreatif, humanis, mempunyai kemampuan literasi numerasi yang baik, mempunyai daya juang yang tinggi serta mamiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.




Ibu adalah madrasah pertama, utama dan selamanya untuk anak. Madrasah berasal dari Bahasa arab “madrosatun” yang artinya sekolah. Asal katanya “darasa” yang artinya belajar. Jadi ibu adalah sekolah tempat belajar pertama dan selamanya untuk anaknya. Ibu sebagai sebuah madrasah tentunya harus mempunyai berbagai macam ilmu. Ilmu parenting, teknologi, komunikasi, agama, dan ilmu-ilmu yang lain yang sekiranya akan bermanfaat untuk dirinya dan anak-anaknya kelak. Ibu bisa mendapatkan ilmu-ilmu ini dari buku, ahli, dan sesama ibu. Dari yang tidak berbayar sampai yang berbayar. Seorang Ibu harus membekali dirinya dengan ilmu dan kemampuan yang bisa membantu mendampingi anaknya bertumbuh karena Ibu memiliki kekuatan untuk membentuk generasi penerus yang berkualitas.




Sebagai pembekalan menjadi ibu penggerak telah diadakan Training of Trainer Ibu Penggerak pada tanggal 5-6 november 2021 di hotel Santika Premier Bintaro. Peserta dibekali dengan  materi tentang kebijakan Kemendikbudristek, personal skill, Parenting, ilmu komunikasi dan materi-materi lainnya.

Materi yang dipelajari adalah :

  1. Profil Pelajar Pancasila oleh Ibu Rusprita Putri Utami dari Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek.
  2. Tiga Dosa Besar Pendidikan oleh Ibu Rika Rosvianti (Tenaga Ahli Tim 3 Dosa Besar Pendidikan).
  3. Assessmen Nasional oleh Ibu Asrijanty (Kepala Pusat Assesmen dan Pembelajaran Kemendikbudristek).
  4.  Ibu Penggerak oleh Ibu Ainun Chomsun (Tenaga Ahli Staff Khusus Menteri Kemendikbudristek).
  5. Home Curriculum oleh Isti Budhi Setiawati dan Rosa Adelina.    
  •        Financial Literacy untuk anak olehVirginia Vianne
  • ·         Literasi Baca Tulis oleh Hj Cilya Marthalena
  • ·         Literasi Numerasi oleh Lisa Equarisa
  • ·         Literacy Bahasa Inggris oleh Dwi Murniati
      6. Digital Parenting dan manajemen Emosi oleh Wiendy Putri dan Milla Garina

      7. Pengembangan diri (Personal Branding dan Public Speaking) oleh Nissa Muluk dan Dita Hapsari.



        Tentunya program Ibu Penggerak ini di ciptakan dengan berbagai macam tujuan yaitu :

  1. Menjadi mitra strategis kemendikbudristek.
  2. Menjadi fasilitator, trainer, influencer untuk keluarga dan lingkungan untuk membawa perubahan pendidikan ini sampai ke masyarakat luas.
  3. Menjadi jembatan antara pihak sekolah dan kemendikbudristek dalam mensosialisasikan kebijakan.
  4. Menjadi salah satu kunci kesuksesan pendidikan berbasis Merdeka Belajar yaitu pembelajaran yang menyenangkan dan relevan.



Ibu sebagai tempat belajar pertama, utama dan selamanya yang akan mampu menciptakan generasi-generasi penerus yang berkualitas dituntut untuk terus belajar karena perkembangan ilmu terus berubah dari tahun ke tahun. Ibu perlu bergerak bersama, berkolaborasi sehingga mempercepat perubahan menuju pendidikan yang berkualitas. Mari bergerak bersama menciptakan pendidikan merdekabelajar. Dari ibulah pemimpin-pemimpin lahir. Bekali diri dengan berbagai macam ilmu untuk setidaknya mampu menjadi madrasah untuk anak sendiri.

 


 Sidina Merdeka Belajar dengan dukungan Kemdikbudristek, menghadirkan grup telegram komunitas khusus wanita.

Kenapa harus join?

- Komunitas Positif dan member lebih dari 1.000 perempuan lintas komunitas

- Agenda Rutin (senin sapa, jumat pintar, market day, english day, webinar, quiz/lomba dll) baik via zoom atau kuliah telegram

- Berkesempatan mengikuti program dan ToT #IbuPenggerak

- Mendapatkan Informasi Langsung Program Kemdikbudristek (Ring 1)

- Bisa Berkontribusi dalam Bidang Sosial Pendidikan


Bagaimana caranya gabung?

1. Isi form member di 

https://bit.ly/formsidinaXkemendikbud

2. Follow instagram.com/sidina.community dan instagram.com/kemdikbud.ri

3. Link telegram > http://bit.ly/SidinaXKemdikbud


Info WA Alfi +62 895-6170-39731

Atau klik pesan.link/allyn


Mari sama-sama #GerakBersama menjadi #IbuPenggerak mewujudkan #MerdekaBelajar #PintarBersamaSidina

dengan menjadi wanita pembelajar yang bahagia.

                   

Rabu, 08 Desember 2021

Komunitas Sidina Merdeka Belajar

 

   

  Sidina merdeka belajar adalah sebuah komunitas sebagai pusat belajar bagi perempuan terkait pendidikan (parenting), bisnis dan pengembangan diri. foundernya adalah ibu Susi Sukaesih. Awal terbentuknya Komunitas Sidina adalah untuk membantu ibu-ibu mendapatkan penghasilan pada masa pandemi pada tahun 2020.  Pada tahun berikutnya yaitu tahun 2021 bersinergi dengan Kemendikbudristek untuk memebrikan ino-info tentang  perubahan dalam hal pendidikan.


Visi Misi Sidina Merdeka Belajar

    Komunitas Sidina Merdeka Belajar mendukung Visi dan Misi Presiden dan Kemdikbudristek untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Keluarga Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global dalam semangat merdeka belajar dengan menguasi 3 pilar (Literasi, Kompetensi dan Karakter) dan menjadi community hub bagi komunitas perempuan.

 Tiga  Pilar :

1. Pilar literasi : 

    Kemampuan menggunakan core skill untuk kehidupan sehari-hari (Literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi digital, literasi bahasa inggris dan literasi finansial)

2. Pilar kompetensi : 

    Kemampuan untuk menyelesaikan masalah kompleks (Berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, manajemen emosi)

3. Pilar karakter : 

    Kemampuan menghadapi perubahan pesat pada lingkungan (Bertaqwa, ingin tahu, gigih, inisiatif, adaptif, selflove, leadership, kepekaan sosial dan budaya.

Susunan tim di Sidina Merdeka Belajar : 

 




1. Founder : Susi Sukaesih, S.E.

    Latar Belakang Pendidikan :

  • Sarjana Ekonomi FEB UGM
  • Akta 4 Uhamka

    Award

  • Alumni UGM berprestasi (2020)
  • Best Woman Microenterpreneur
  • TDA Bekasi Award kategori     
   Pekerjaan 
  • Leader Sidina
  • Kepala PKBM Itaco
  • Pemilik Sidina Preloved, Sidina Kids, Sidina Academy

2. Co-Founder , Consultan and Advisor Sidina: Isti Budhi Setyowati

    Latar Belakang Pendidikan

  • S1 Ilmu ekonomi industri UGM
  • S2 Ilmu ekonomi industri UI
  • Sertifikasi TEFL - TEFL Academy UK
  • Sertifikasi Award in Education & Training - Birmingham City College, UK
  • Certified Pendamping Kewirausahaan
  • Certified Public Speaker
  • Certified Business Coach

    Pekerjaan

  • Managing Partner dan Founder Sidina Corp
  • Dosen Business Economics di universitas Prasetamulya
  • Konsultan bisnis dan ekonomi
  • COO BE Corp
  • Angel Investor
3. Co-Founder : Wiendy Putri

    Latar belakang pendidikan
  • Alumni Binus University
  • certified speakpreneur
  • Founder  Zivaa Hijab dan sprei Desantosorom  
    Pekerjaan
  • Managing Partner dari Komunitas Sidina 
  • MC
  • Narasumber

Manfaat Bergabung di Komunitas Sidina Merdeka Belajar

1. Mendapatkan Informasi Langsung dari Kemdikbudristek Komunitas Positif dengan member lebih dari 1.000 perempuan      lintas komunitas.

2. Agenda Rutin (senin sapa, jumat pintar, market day, english day, webinar, quiz/lomba dll)

3. Berkesempatan mengikuti program dan ToT #IbuPenggerak.

4. Bisa Berkontribusi dalam Bidang Sosial Pendidikan.




Tahapan Member di Sidina Merdeka Belajar

1. Ibu Pelopor : Baru bergabung dengan sidina dengan tujuan ingin bersama-sama memajukan pendidikan indonesia, (Telegram Komunitas Sidina Merdeka Belajar) Semuanya berkesempatan untuk mengisi #SeninSapa dan #JumatPintar.

2.  Ibu Merdeka Belajar : Pernah ikut minimal 6 kali acara Sidina dan Kemdikbudristek, bisa mendaftar ToT batch selanjutnya (WA grup Sidina Merdeka Belajar).

3. Ibu Penggerak : Pernah ikut ToT, di siapkan menjadi trainer ibu lainnya (WA grup alumni ToT).

Cara bergabung

    Para ibu yang memiliki passion untuk terus belajar dan berkembang. Silahkan bergabung dengan Komunitas Sidina Merdeka belajar.

Caranya gabung:

1. Isi form member di

https://bit.ly/formsidinaXkemendikbud

2. Follow instagram.com/sidina.community dan instagram.com/kemdikbud.ri

3. Masuk ke Grup Telegram > http://bit.ly/SidinaXKemdikbud

4. Info WA Alfi +62 895-6170-39731 atau klik pesan .link/allyn

 




Testimoni Anggota Sidina Merdeka Belajar


    Sudah banyak perempuan-perempuan yang bergabung dengan Sidina Merdeka Belajar dan sudha mendapatkan manfaatnya. Sidina memberikan kesempatan untuk mewujudkan passion kita. Salah satunya adalah saya, sebagai fasilitator Sidina English Club. Masih banyak program-program yang akan dijalankan ke depannya. Siapa tahu ini kesempatan anda untuk menjadi bagian dari Sidina Merdeka Belajar.



Tunggu apalagi, yuk daftarkan dirimu sekarang juga.



Jumat, 14 Mei 2021

About me




 



       My name is Dwi Murniati. I was born in  small beautiful town, Kebumen.  I am a Teacher, Blogger and Storyteller. I like reading book, writing, Making Art, Storytelling. 
      I like to tell stories. Stories brings our imagination alive. I join in some Storytelling Communities such as Ayo Dongeng Indonesia, Klub Dongeng and Dongeng Academy. I teach English. I like to make teachimg media for my students and my kids. 



Kamis, 13 Mei 2021

Matematika: Mengenalkan Angka
 
    Pada awalnya anak-anak belum tahu jika matematika adalah salah satu pelajaran yang susah dan rumit. Kita bisa membuat anak menyukai belajar matematika yaitu kenalkan dengan cara yang menyenangkan melalui cerita, bernyanyi, permainan atau dengan dongeng. Nah, saya akan  memberikan salah satu cara mengenalkan angka kepada anak-anak. alatnya sangat mudah  untuk di dapatkan yaitu karpet angka (yang mereknya eva mat). Jika tidak punya bisa di ganti dengan kertas hvs lalu tulis angkanya. 
 
Alat :
1.      Karpet  angka 1-10 (Bisa dibeli di toko mainan)


Cara bermain :
1.  Letakkan karpet angka di lantai secara acak.

2. Guru atau orang tua menyebutkan salah satu angka.

3. Anak melangkah dan menginjak angka yang di maksudkan.


    Gampang sekali kan caranya. selain belajar di area kognitif anak juga belajar di area motorik kasar yaitu melompat. Melompat besar sekali manfaatnya untuk perkembangan otot anak. Melompat membantu tulang mengeras. 
     Selain mengenalkan angka permainan ini juga bisa di aplikasikan  untuk  pengurangan, perkalian, pembagian ringan/awal. misalnya penambahan.
1.      Guru atau orang tua menyebutkan sebuah penjumlahan. Misalnya 2 + 1
2.      Anak melompat dan menginjak angka hasil dari penjumlahan tersebut, yaitu 3.
3.  Jika anak lebih dari satu jadikan sebagai sebuah permainan siapa cepat. Yang paling cepat menjawab dan benar beri nilai. Setelah sekitar 10 atau 20 pertanyaan. Hitung nilanya. Yang paling banyak hasilnya adalah pemenangnya. tapi untuk usia anak 3 tahunan tidak perlu ada menang kalah karena biasanya di usia ini anak masih sulit untuk menerima kekalahan.

 
Demikian tips dari saya semoga bermanfaat. 

Minggu, 18 Agustus 2019

Pasaraya Manggarai Playground

Pasaraya Manggarai ini berada di daerah Manggarai, Jakara Selatan, dekat dengan pasar rumput. Kebetulan rumah saya di Tebet, jadi memang dekat dengan rumah. Saya memang mencari tempat untuk bermain anak-anak yang dekat dari rumah. Selain perjalanannya singkat, otomatis biaya kendaraan juga murah. Kita pun bisa lebih lama berada di wahana permainan tersebut jadi anak lebih puas mainnya. Anak juga tidak lelah di perjalanan. Terhindar macet.
Nah pas kebetulan di pasaraya manggarai buka playground.  Pertama kali datang ke tempat ini, saya senang dengan keamanannya. Letaknya di lantai 5. Kita bisa naik lift atau eskalator. Kenapa aman, pintu yang mengarah ke eskalator di tutup supaya anak tidak lari ke eskalator, jadi dari eskalator kita langsung menuju loket pembelian tiket dan masuk lewat pintu di depan tiket dan pintu keluarnya di samping pintu masuk yaitu lewat toko baju. Nah buat para ibu jadi bisa sekalian lihat-lihat baju anak ya. Didalamnya pun benar-benar tertutup sehingga anak-anak leluasa untuk berlarian anpa aku hilang. Harga ike masuknya pun masih sangat terjangkau, setidaknya buat saya. Dengan 50 ribu rupiah anak bisa main sepuasnya. Hanya ada biaya amahan untuk pendamping per-orang adalah 5000 rupiah. Penasaran kan, Apa saja sih wahana yang ada di pasaraya playground? yuk kita  lihat satu-satu.
1.      Kereta
Anak-anak mana sih yang tidak suka dengan kereta. Hampir semua anak-anak pasti suka kereta. Kereta mini ini berjalan 2 kali putaran, selain anak, pendamping pun boleh ikut, tenang saja keretanya kuat ko meski bapak-bapak atau ibu-ibu yang naik. Selama di perjalanan anak-anak bisa menikmati lagu yang berputar dan di sepanjan gjalan anak anak isa meliha gambar-gambar landmark kota-kota esa tertentu seperti monas (Jakarta), patung buaya (Surabaya), jam gadang (ukit tinggi) dan lain-lain. selain bermain kita juga bisa mengenalkan nama-nama kota di Indonesia sekalian dengan tempat wisatanya. Hal ini bisa menimbulkan jiwa penasaran anak untuk ingin melihat atau berpetualang ke kota-kota tersebut. Seru kan.


2.      Bom-bom car
Bom-bom car bisa di kendarai sendiri untuk anak yang sudah besar, untuk anak usia dibawah 5 tahun harus didampingi oleh orang tua atau oleh pendamping dari playground tersebut. Serunya sih kalau bermain dengan banyak orang bisa tabrak-tabrakan. Tapi berhubung tempatnya tidak terlalu besar jadi hanya bisa bermain dengan sekitar 3 mobil.

3.      Carousel/komidi putar
Alat permainan ini memang sudah ada dari dulu, tapi hingga saat ini mainan ini masih sangat di gemari anak-anak. Memang hanya eerapa menit saja sih tapi uat anak-anak iu juga sudah sangat menyenangkan. 

4.      Swing boat
Berbentuk perahu lumayan besar dimainkan dengan cara di ayunkan ke depan dan belakang, tapi sayang saat kami kesana, mesinnya sedang rusak. Jadi tidak bisa dipakai swing boat ini.
5.      Mandi bola
Tempat ini yang selalu menjadi favorit anak-anak. Arena mandi bola di sini lumayan besar bisa menampung 10 anak. Disampingnya ada trampolin dan di atasnya adalah tempat untuk anak-anak bermain sepeti labirin dan papan luncur.

6.      Rumah pohon
Rumah pohonnya bagus, di halamannya disediakan mobil-mobilan, sepeda motor dan sekuter. Anak-anak bisa naik turun tangga untuk melatih motoriknya. Mungkin juga untuk melatih keberanian ke tempat yang tinggi, karena awalnya pun anak saya takut, tapi lama-lama berani juga.

7.      Becak
Becak mini ini bisa dinaiki berdua atau sendiri, untuk anak yan sudah bisa naik sepeda maka mereka bisa mengendarai sendiri becaknya, tapi untuk usia 3 tahunan mesti ada pendamping. Tapi untuk wahana ini kita perlu membayar lagi sebesar 10 ribu. Jadi tidak termasuk tiket yang kita bayarkan saat masuk.

8.      Game
Wahana ini seperti yang ada di timezone. Kita harus membeli koin terlebih dahulu. Lalu memilih apakah mau main mobil-mobilan, atau alat musik atau tembak-tembakan. Saya sendiri kurang suka dengan wahana ini karena tidak memberikan sentuhan pendidikan di dalamnya. Tapi anak-anak malah lebih suka dengan permainan ini. Untuk sekali waktu bolehlah anak bermain game ini. Tapi jangan sampai keacanduan ya.

Selain fasilitas di atas. Pasaraya playground juga menyediakan aula yang lumayan besar untuk mengadakan pesta ulang tahun, arisan atau pertemuan. Saat kami kesana memang tidak banyak yang datang apalagi karena saat itu adalah hari kerja. Hanya sekitar 5 keluarga. Jadi serasa seperti pemilik sendiri. Apalagi yang di tunggu, ayo datang ke pasaraya playground.




Senin, 27 Agustus 2018

Belajar Penambahan Dengan Dadu


Belajar matematika bisa menjadi hal yang tidak menyenangkan buat anak-anak. Apalagi bagi mereka yang tidak mempunyai kecerdasan di bidang tersebut. Tapi matematika adalah mata pelajaran yang akan dipergunakan di dalam kehidupan setiap orang khususnya yang menyangkut penghitungan, ukuran, jarak dan lainya. Maka mau tidak mau anak-anak harus mempelajarinya. Sebagai orang tua saya berusaha mengenalkan pelajaran ini dengan cara yang menyenangkan.
Saya meluangkan sedikit waktu saya membuat alat bantu belajar untuk anak saya. Mungkin bunda bisa mencobanya di rumah. Kali ini saya ingin membuat dadu huruf dan angka. Dadu huruf sudah banyak tersedia di online shop. Kalau saya membuat sendiri agar mudah disesuaikan dengan target yang ingin dipelajari. Saya ingin mengajarkan penambahan pada anak saya. Caranya sangat sederhana dan hampir tidak ada biayanya. Karena belajar tidak harus mahal. 
Bahan-ahan yang perlu disiapkan adalah :
1.      Kertas karton tebal. Bisa beli bisa juga memakai kertas bekas cereal.
2.      Lem, gunting, penggaris, pensil.
3.      Potongan angka (bisa diambil dari majalah atau stiker).
4.      Buatlah pola dadu pada kertas karton. Lalu gunting dan lem.
5.      Tempelkan angka disetiap sisi dadu sesuai dengan angka yang ingin di pelajari.
6.      Misal tulislah huruf 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 di setiap sisinya. 

Cara belajar
Alat                 : sebuah dadu
                          Pensil
                          Biji untuk belajar berhitung/ kelereng/potongan lidi/ batu kecil.
Waktu             : 10- 15 menit.
Cara bermain
  1. Berdoa
  2. Ajak anak bernyanyi terlebih dahulu agar belajar menjadi lebih menyenangkan.
  3. Berikan dadu dan lembar kerjanya.
  4. Minta anak melempar dadu sekali.
  5. Minta anak menuliskan angka yang keluar di permukaan dadu pada lembar kerja.
  6. Minta anak menghitung dengan jari atau dengan alat seperti kelereng, dengan lidi atau dengan batu kecil.
  7. Setelah selesai ajak anak bernyanyi lagi. Kemuadian cek hasil kerjanya dan berikan pujian.
  8. Ulangi hingga anak mengerti.



lembar kerja disini.
Have fun!